- Barangsiapa yang meyakini bahwa sebagian manusia diberikan kebebasan untuk keluar dari syariat Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wasalam sebagaimana Nabi Khidir keluar dari syariat Nabi Musa maka orang tersebut kafir. Hal tersebut disebabkan karena Alloh Subhanahu wata’ala mengutus Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasalam untuk seluruh manusia dan seluruh alam
- Setelah diutusnya Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasalam maka syariat yang berlaku adalah syariat Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasalam dan telah dihapus syariat nabi nabi sebelumnya.
- Nabi sholallohu alaihi wa salam bersabda : “Demi (Rabb) yang diri Muhammad ada di tangan-Nya, tidaklah mendengar seseorang dari ummat Yahudi dan Nasrani tentang diutusnya aku (Muhammad), kemudian ia mati dalam keadaan tidak beriman dengan apa yang aku diutus dengannya (Islam), niscaya ia termasuk penghuni Neraka”
- Keluarnya Nabi khidir dari ketaatan terhadap Nabi Musa karena Nabi Musa diutus khusus hanya kepada bani isroil sedangkan Khidir bukan bani isroil dan mempunyai syariat sendiri
- Syariat nabi nabi terdahulu khusus hanya untuk kaumnya sedangkan syariat Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wa salam berlaku untuk seluruh manusia dan ‘alam
- Para ulama berbeda pendapat tentang khidir, apakah beliau ini seorang nabi atau hanya seorang laki laki yang sholih
- Pendapat yang mengatakan bahwa khidir adalah seorang nabi berdasarkan dengan anggapan bahwa amalan amalan khidir yang dilakukan ketika bersama nabi musa adalah mukjizat yang hanya bisa dilakukan oleh seorang nabi
Minggu, 02 September 2018
Catatan Taklim Bakda Maghrib 24
Ahad, 2 September 2018, Ust Abu Qotadah Ridwan
Sabtu, 01 September 2018
Catatan Taklim Bakda Maghrib 23
Sabtu, 1 September 2018, Ust Saifudin Zuhri
- Termasuk dari sunah sunah fitrah yaitu : mencukur bulu kemaluan, khitan, memendekkan kumis, memelihara jenggot, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak
- Diantara amal sholih yang sangat besar pahalanya adalah birrul walidain (berbuat baik kepada orang tua)
- Sahabat Abdulloh bin 'Abbas mengatakan bahwa tidak ada amalan yang lebih besar pahalanya dibanding dengan berbuat baik kepada kedua orang tua
- Bulan muharram adalah bulan yang penuh kebaikan bahkan disebut dengan syahrulloh (bulannya Alloh)
- Puasa ‘asyura adalah puasa di tanggal 10 bulan muharram yang pahalanya bisa menghapus dosa selama 1 (satu) tahun
- Tidak ada kebaikan didunia ini kecuali untuk dua orang yaitu orang yang bertaubat kepada Alloh dan orang yang meningkatkan amal sholih
- Barangsiapa yang melakukan amal sholih dalam keadaan dia beriman maka Alloh akan memberikan balasan berupa kehidupan yang membahagiakan
- Haji yang mabrur adalah haji yang ikhlas niatnya dan tidak ada kemaksiatan dalam hajinya serta meningkat amal sholihnya setelah selesai melaksanakan ibadah hajinya
- Diantara sifat ahli neraka ialah keras hatinya dan jawad (tidak sabaran dan mudah putus asa)
- Memotong kuku merupakan sunah fitrah yang akan menyebabkan keindahan pada pelakunya dan akan hilang menghilangkan kotoran dibawah kukunya, memanjangkan kuku adalah bentuk penyelisihan terhadap sunah nabawiyah dan tasyabuh terhadap orang kafir
- Mencabut bulu ketiak untuk menghilangkan rambut yang tumbuh diketiak (apabila tidak mampu mencabut bisa dengan dikerok) juga termasuk sunah fitroh yang sudah seharusnya kita lakukan bukan malah menyelisihinya
- Seorang muslim yang melakukan sunah fitrah disamping memperoleh pahala karena mengikuti sunah yang diperintahkan nabi juga akan memperoleh keindahan dan kebersihan yang menyebabkan kecintaan manusia yang mempunyai fitrah yang baik
Label:
Fiqih,
Ma'had Al Faruq,
Pengajian,
Taklim Bakda Maghrib
Kamis, 30 Agustus 2018
Catatan Taklim Bakda Maghrib 22
Kamis, 30 Agustus 2018, Ust Firdaus
- Salah satu perkara yang bisa mendatangkan rahmat Alloh adalah mendengarkan Al Quran, maka dengarkanlah dengan baik apabila Al Quran dibacakan
- Salah satu contoh baiknya adab dalam menuntut ilmu ialah Sopan santunnya murid kepada guru dan menunjukkan bahwa dia sangat butuh kepada ilmunya guru
- Musa berkata kepada Khidhr: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?" (QS Al Kahfi:66)
- Ayat 66 surat Al Kahfi menunjukkan betapa baiknya adab Nabi Musa ‘alaihisalam kepada Nabi Khidir ‘alaihisalam ketika menuntut ilmu padahal Nabi Musa ‘alaihisalam lebih utama daripada Nabi Khidir ‘alaihisalam, demikianlah seharusnya adab seorang murid kepada gurunya
- Syaikh Assa’di mengatakan bahwa faidah yang bisa diambil dari kisah dalam surat Al Kahfi ayat 66 adalah sopan santun kepada orang yang mengajarkan ilmu dan perkataan orang yang belajar kepada guru adalah dengan perkataan yang paling lembut dan sopan sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Musa ‘alaihisalam
- Orang sombong ialah orang yang tidak menampakkan butuh terhadap ilmu yang disampaikan oleh guru
- Ilmu itu musuh bagi pemuda yang merasa tinggi (sombong) sebagaimana aliran air itu musuh bagi tempat tempat yang tingi
- Orang orang yang sombong akan merasa sama ilmunya dengan gurunya bahkan mungkin orang yang sombong itu merasa lebih tinggi ilmunya dari sang guru dan bersikap seperti sedang mengajari gurunya padahal orang yang seperti adalah orang yang sangat bodoh
- Termasuk perkara yang paling bermanfaat bagi orang yang sedang belajar adalah rendah hati dan menunjukkan butuhnya dia terhadap ilmu yang diajarkan oleh gurunya
- Ahlu sunah adalah orang yang selalu menghormati guru dan ulamanya walaupun mungkin tidak mengajarnya secara langsung
- Rasulullah bersabda : Bukanlah golongan kami orang muda yang tidak menghormati orang tua, orang tua yang tidak menyayangi anak muda, dan orang yang tidak mengetahui hak orang alim.
- Hendaknya murid itu menghormati dan memuliakan gurunya apalagi kalau gurunya adalah orang yang lebih tua darinya
Label:
Ma'had Al Faruq,
Pengajian,
Taklim Bakda Maghrib
Rabu, 29 Agustus 2018
Catatan Taklim Bakda Maghrib 21
Rabu, 29 Agustus 2018, Ust Abu Sinan
1. Doanya orang yang terdzolimi
2. Doanya orang yang sedang melakukan safar
3. Doanya kedua orang tua kepada anaknya
- Hadits ke-10 Arba’in Nawawi : Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmannya : Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal shalihlah. Dan Dia berfirman : Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian. Kemudian beliau menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia memanjatkan kedua tangannya ke langit seraya berkata : Yaa Robbku, Ya Robbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan (Riwayat Muslim)
- Alloh memerintahkan kepada para rosul dan orang beriman untuk makan dari makanan yang baik baik dan beramal yang baik pula
- Termasuk dari bagusnya keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat
- Sebab sebab dikabulkannya doa diantaranya : dalam keadaan safar, sudah dalam keadaan lelah/kusut, mengangkat tangan, bertawasul dengan menyebut nyebut nama Alloh yang baik (asmaul husna) dan berdoa dalam keadaan merintih/merengek/meratap
- Salah satu sebab tertolaknya doa seseorang adalah karena dia memakan makanan yang haram
- Termasuk dari nama nama Alloh adalah At Thoyyib (Yang Maha Baik), dan Alloh hanya menerima amalan amalan yang baik dari hambanya
- Ada 3 (tiga) doa mustajabah, tidak diragukan padanya yaitu :
1. Doanya orang yang terdzolimi
2. Doanya orang yang sedang melakukan safar
3. Doanya kedua orang tua kepada anaknya
- Nama Alloh Subhanahu wata’ala semuanya mengandung sifat tetapi tidak semua sifat Alloh dijadikan nama Alloh Subhanahu wata’ala
- Wajib bagi seorang muslim untuk melakukan perkara yang baik baik dalam mencari makanan maupun dalam mencari penghasilan
- Alloh tidak akan menerima sholat tanpa thoharoh dan tidak akan menerima shodaqoh dari harta yang diperoleh dengan cara yang tidak baik
- Alloh menyukai hamba yang selalu berdoa kepada Alloh dalam setiap urusan
Label:
Ma'had Al Faruq,
Pengajian,
Taklim Bakda Maghrib
Selasa, 28 Agustus 2018
Catatan Taklim Bakda Maghrib 20
Selasa, 28 Agustus 2018, Ust Mubarok
- Pembahasan tentang al musnad dalam nadzom baiquniyah terdapat dalam pembahasan ke-6 (enam)
- Syarat al musnad adalah sanadnya bersambung dari perawi sampai dengan Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wassalam tanpa ada keterputusan
- Lafadz lafadz yang dipakai untuk mengambil dan menyampaikan hadits terbagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu:
- Alfaadz shoriihatun atau lafadz yang jelas
- Alfaadz muhtamalah atau lafadz yang samar
- Seorang yang tsiqoh yang tidak pernah melakukan tadlis ketika menggunakan kedua lafadz tersebut maka dihukumi tetap muttasil
- Seorang tsiqoh tapi mudalis kalau menggunakan lafad shoriih maka haditsnya dihukumi muttasil tapi ketika menggunakan lafadz muhtamalah maka haditsnya dihukumi munqoti
- Jika seorang perowi mudalis dan tidak tsiqoh ketika menggunakan lafadz shoriih seperti sami’na tapi hakikatnya tidak mendengar dengan sengaja maka dihukumi kadzabun matruk
- Makna secara bahasa almusnad bermakna yang diidzofahkan/disandarkan kepada selainnya, dan secara istilah berdasarkan definisi yang diungkapkan oleh penulis nadzom baiquniyyah yaitu yang bersambung dengan mendengarnya masing masing perowi dari para perowi sanad tersebut hingga al musthofa (Rosululloh Sholallohu alaihi wassalam)
- Al isnad atau sanad yaitu rijaalul hadits (rangkaian para perowi yang mengantarkan sampai kepada matan hadits)
- Matan hadits adalah lafadzu al khobar atau bunyi lafadz haditsnya
Label:
Ma'had Al Faruq,
Pengajian,
Taklim Bakda Maghrib
Senin, 27 Agustus 2018
Catatan Taklim Bakda Maghrib 19
Senin, 27 Agustus 2018, Ust Abu Bakar
• Jangan sampai diantara kita meremehkan kenikmatan yang Alloh berikan, dan diantara nikmat Alloh yang kebanyakan manusia lalai yaitu nikmat sehat dan nikmat waktu luang
• Kurangnya kita beramal sholih saat ada kesempatan ketika sehat dan punya waktu luang akan menyebabkan penyesalan kita di akhirat
• Dihari kiamat nanti tidak ada seorang hamba yang bisa menggeserkan kakinya kecuali dimintai pertanggungjawaban atas 4 hal yaitu :
1. Tentang umurnya, untuk apa digunakan umurnya selama hidup didunia
2. Tentang ilmunya, diamalkan atau tidak
3. Tentang hartanya, darimana didapatkan dan kemana dibelanjakan
4. Tentang tubuhnya, untuk apa digunakan
• Hudzaifah ibnul yaman bertanya tentang kejelekan ketika sahabat yang lain bertanya tentang kebaikan kepada Nabi Sholallohu alaihi wa salam agar bisa menghindari kejelekan tersebut
• Akan datang suatu masa dimana ada dai yang mengajak kepada jalan ke neraka, apabila kita mendapati masa tersebut maka nabi memerintahkan kita untuk mengikuti jamaah dan imam kaum muslimin sesuai hadits Hudzaifah Ibnul Yaman
• Dari Hudzaifah bin Al-Yaman Radhiyalahu ‘anhu beliau berkata : “Dahulu manusia bertanya kepada Rasulullah tentang hal-hal yang baik tapi aku bertanya kepada beliau tentang hal-hal yang buruk agar jangan sampai menimpaku”
Aku bertanya : “Wahai Rasulullah, dahulu kami berada dalam keadaan jahiliyah dan kejelekan lalu Allah mendatangkan kebaikan ini, apakah setelah kebaikan ini akan datang kejelekan ?”Beliau berkata : “Ya” Aku bertanya : “Dan apakah setelah kejelekan ini akan datang kebaikan?” Beliau menjawab : “Ya, tetapi didalamnya ada asap”. Aku bertanya : “Apa asapnya itu ?” Beliau menjawab : “Suatu kaum yang membuat ajaran bukan dari ajaranku, dan menunjukkan (manusia) kepada selain petunjukku. Engkau akan mengenal mereka dan engkau akan memungkirinya” Aku bertanya : “Apakah setelah kebaikan ini akan datang kejelekan lagi ?” Beliau menjawab :”Ya, (akan muncul) para dai-dai yang menyeru ke neraka jahanam. Barangsiapa yang menerima seruan mereka, maka merekapun akan menjerumuskan ke dalam neraka” Aku bertanya : “Ya Rasulullah, sebutkan ciri-ciri mereka kepada kami ?” Beliau menjawab : “Mereka dari kulit-kulit/golongan kita, dan berbicara dengan bahasa kita”
Aku bertanya : “Apa yang anda perintahkan kepadaku jika aku temui keadaan seperti ini” Beliau menjawab : “Pegang erat-erat jama’ah kaum muslimin dan imam mereka”
Aku bertanya : “Bagaimana jika tidak imam dan jama’ah kaum muslimin?”
Beliau menjawab : ”Tinggalkan semua kelompok-kelompok sempalan itu, walaupun kau menggigit akar pohon hingga ajal mendatangimu”
• Diakhir zaman kelak akan muncul dajjal, barangsiapa masuk kedalam apinya dajjal (mengingkari dajjal) maka dia akan memperoleh pahala dan dihapus dosa dosanya dan barangsiapa masuk kedalam airnya dajjal (beriman pada dajjal) maka akan dihapus pahalanya dan ditambah dosa dosanya
• Tugas seorang dai adalah menjelaskan mana sunah dan mana bid’ah, mana tauhid dan mana syirik, mana kemaksiatan dan mana ketaqwaan
• Nabi memperingatkan dari dai dai yang mengajak kepada kesesatan dan neraka jahanam
• Rosul memerintahkan untuk berpegang teguh dengan islam sampai dengan datangnya kematian
• Jangan sampai diantara kita meremehkan kenikmatan yang Alloh berikan, dan diantara nikmat Alloh yang kebanyakan manusia lalai yaitu nikmat sehat dan nikmat waktu luang
• Kurangnya kita beramal sholih saat ada kesempatan ketika sehat dan punya waktu luang akan menyebabkan penyesalan kita di akhirat
• Dihari kiamat nanti tidak ada seorang hamba yang bisa menggeserkan kakinya kecuali dimintai pertanggungjawaban atas 4 hal yaitu :
1. Tentang umurnya, untuk apa digunakan umurnya selama hidup didunia
2. Tentang ilmunya, diamalkan atau tidak
3. Tentang hartanya, darimana didapatkan dan kemana dibelanjakan
4. Tentang tubuhnya, untuk apa digunakan
• Hudzaifah ibnul yaman bertanya tentang kejelekan ketika sahabat yang lain bertanya tentang kebaikan kepada Nabi Sholallohu alaihi wa salam agar bisa menghindari kejelekan tersebut
• Akan datang suatu masa dimana ada dai yang mengajak kepada jalan ke neraka, apabila kita mendapati masa tersebut maka nabi memerintahkan kita untuk mengikuti jamaah dan imam kaum muslimin sesuai hadits Hudzaifah Ibnul Yaman
• Dari Hudzaifah bin Al-Yaman Radhiyalahu ‘anhu beliau berkata : “Dahulu manusia bertanya kepada Rasulullah tentang hal-hal yang baik tapi aku bertanya kepada beliau tentang hal-hal yang buruk agar jangan sampai menimpaku”
Aku bertanya : “Wahai Rasulullah, dahulu kami berada dalam keadaan jahiliyah dan kejelekan lalu Allah mendatangkan kebaikan ini, apakah setelah kebaikan ini akan datang kejelekan ?”Beliau berkata : “Ya” Aku bertanya : “Dan apakah setelah kejelekan ini akan datang kebaikan?” Beliau menjawab : “Ya, tetapi didalamnya ada asap”. Aku bertanya : “Apa asapnya itu ?” Beliau menjawab : “Suatu kaum yang membuat ajaran bukan dari ajaranku, dan menunjukkan (manusia) kepada selain petunjukku. Engkau akan mengenal mereka dan engkau akan memungkirinya” Aku bertanya : “Apakah setelah kebaikan ini akan datang kejelekan lagi ?” Beliau menjawab :”Ya, (akan muncul) para dai-dai yang menyeru ke neraka jahanam. Barangsiapa yang menerima seruan mereka, maka merekapun akan menjerumuskan ke dalam neraka” Aku bertanya : “Ya Rasulullah, sebutkan ciri-ciri mereka kepada kami ?” Beliau menjawab : “Mereka dari kulit-kulit/golongan kita, dan berbicara dengan bahasa kita”
Aku bertanya : “Apa yang anda perintahkan kepadaku jika aku temui keadaan seperti ini” Beliau menjawab : “Pegang erat-erat jama’ah kaum muslimin dan imam mereka”
Aku bertanya : “Bagaimana jika tidak imam dan jama’ah kaum muslimin?”
Beliau menjawab : ”Tinggalkan semua kelompok-kelompok sempalan itu, walaupun kau menggigit akar pohon hingga ajal mendatangimu”
• Diakhir zaman kelak akan muncul dajjal, barangsiapa masuk kedalam apinya dajjal (mengingkari dajjal) maka dia akan memperoleh pahala dan dihapus dosa dosanya dan barangsiapa masuk kedalam airnya dajjal (beriman pada dajjal) maka akan dihapus pahalanya dan ditambah dosa dosanya
• Tugas seorang dai adalah menjelaskan mana sunah dan mana bid’ah, mana tauhid dan mana syirik, mana kemaksiatan dan mana ketaqwaan
• Nabi memperingatkan dari dai dai yang mengajak kepada kesesatan dan neraka jahanam
• Rosul memerintahkan untuk berpegang teguh dengan islam sampai dengan datangnya kematian
Label:
Ma'had Al Faruq,
Pengajian,
Taklim Bakda Maghrib
Minggu, 19 Agustus 2018
Catatan Taklim Bakda Maghrib 18
Sabtu, 18 Agustus 2018, Ust Saifudin Zuhri
• Puasa arofah dilakukan disaat kaum muslimin wukuf di arofah, berhubung terjadi perbedaan penentuan hari idul adha antara indonesia dan arab saudi, maka untuk tahun (1439 H) ini puasanya adalah hari senin (sesuai jamaah haji wukuf) tetapi sholat id nya ikut pemerintah pada hari rabu
• Penyembelihan hewan kurban tetap setelah sholat id yang mengikuti pemerintah
• Semakin bagus hewan yang dikurbankan maka semakin afdhol, sehingga kita seharusnya mencari hewan yang terbagus bukan yang termurah
• Hewan yang dikurbankan harus memenuhi syarat sebagai hewan kurban baik dari segi umur maupun keselamtannya dari cacat
• Wajib membaca bismillah ketika menyembelih hewan kurban, tidak halal apabila tidak membaca bismillah
• Bagi yang berkurban maka setelah masuk bulan dzulhijah dilarang untuk memotong rambut, kuku dan kulit sampai dengan pemotongan hewan kurban
• Batas akhir penyembelihan hewan kurban adalah saat tenggelamnya matahari pada tanggal 13 dzulhijah
• Ibadah yang paling besar pahalanya pada hari tasyrik adalah penyembelihan hewan kurban
• Disunahkan bagi yang berkurban untuk ikut memakan daging dari hewan kurbannya
• Sunah Fitrah adalah suatu sunah yang apabila dilakukan akan menjadikan pelakunya sesuai dengan tabiat yang telah Allah tetapkan bagi para hambanya, yang telah dihimpun bagi mereka, Allah menimbulkan rasa cinta (mahabbah) terhadap hal-hal tadi di antara mereka, dan jika hal-hal tersebut dipenuhi akan menjadikan mereka memiliki sifat yang sempurna dan penampilan yang bagus, sunah fitroh tersebut meliputi :
1. Mencukur bulu kemaluan
2. Khitan ( wajib bagi laki laki dan sunah bagi wanita ), sunah khitan adalah pada hari ke tujuh setelah kelahiran
3. Memotong kumis dan menipiskannya, dirapihkan bukan dikerok
4. Memelihara jenggot, merawat dan memanjangkannya
5. (Bersambung pada pertemuan berikutnya, insyaAlloh)
• Puasa arofah dilakukan disaat kaum muslimin wukuf di arofah, berhubung terjadi perbedaan penentuan hari idul adha antara indonesia dan arab saudi, maka untuk tahun (1439 H) ini puasanya adalah hari senin (sesuai jamaah haji wukuf) tetapi sholat id nya ikut pemerintah pada hari rabu
• Penyembelihan hewan kurban tetap setelah sholat id yang mengikuti pemerintah
• Semakin bagus hewan yang dikurbankan maka semakin afdhol, sehingga kita seharusnya mencari hewan yang terbagus bukan yang termurah
• Hewan yang dikurbankan harus memenuhi syarat sebagai hewan kurban baik dari segi umur maupun keselamtannya dari cacat
• Wajib membaca bismillah ketika menyembelih hewan kurban, tidak halal apabila tidak membaca bismillah
• Bagi yang berkurban maka setelah masuk bulan dzulhijah dilarang untuk memotong rambut, kuku dan kulit sampai dengan pemotongan hewan kurban
• Batas akhir penyembelihan hewan kurban adalah saat tenggelamnya matahari pada tanggal 13 dzulhijah
• Ibadah yang paling besar pahalanya pada hari tasyrik adalah penyembelihan hewan kurban
• Disunahkan bagi yang berkurban untuk ikut memakan daging dari hewan kurbannya
• Sunah Fitrah adalah suatu sunah yang apabila dilakukan akan menjadikan pelakunya sesuai dengan tabiat yang telah Allah tetapkan bagi para hambanya, yang telah dihimpun bagi mereka, Allah menimbulkan rasa cinta (mahabbah) terhadap hal-hal tadi di antara mereka, dan jika hal-hal tersebut dipenuhi akan menjadikan mereka memiliki sifat yang sempurna dan penampilan yang bagus, sunah fitroh tersebut meliputi :
1. Mencukur bulu kemaluan
2. Khitan ( wajib bagi laki laki dan sunah bagi wanita ), sunah khitan adalah pada hari ke tujuh setelah kelahiran
3. Memotong kumis dan menipiskannya, dirapihkan bukan dikerok
4. Memelihara jenggot, merawat dan memanjangkannya
5. (Bersambung pada pertemuan berikutnya, insyaAlloh)
Label:
Pengajian,
Taklim Bakda Maghrib
Sabtu, 18 Agustus 2018
Catatan Taklim Bakda Maghrib 17
Jumat, 17 Agustus 2018, Ust Abdul ‘Alim
• Ketika kita bertaqwa kepada Alloh maka Alloh akan memperbaiki urusan urusan kita dan akan mengampuni dosa dosa kita
• Alloh juga akan mempermudah kita untuk beramal sholih ketika kita bertaqwa kepadaNya
• Ketaqwaan juga menyebabkan kita mudah dalam segala urusan, baik urusan dunia maupun urusan akhirat
• Alloh akan memberikan rizki dari arah yang tidak di duga pada orang yang bertaqwa
• Janganlah kalian tergesa gesa ketika berdoa, jangan putus asa ketika belum dikabulkan karena janji Alloh pasti benar, bersabarlah..
• Ketika ketaqwaan seseorang semakin tinggi maka Alloh akan jadikan baginya furqon, yaitu mampu membedakan mana yang haq dan mana yang batil
• Sesungguhnya ketaqwaan menyebabkan bertambahnya petunjuk, ilmu dan penjagaan/hafalan bagi orang yang memiliki ketaqwaan tersebut
• Sesungguhnya ilmu adalah cahaya, dan Alloh tidak akan memberikan cahaya tersebut pada orang yang bermaksiat
• Ketaqwaan akan menyebabkan tambah kuatnya kefahaman, dan tambahnya kuatnya kefahaman merupakan sebab bertambahnya ilmu
• Dengan sebab ketaqwaan, Alloh akan memberikan firasat kepada pemilik ketaqwaan sehingga dia bisa membedakan antara dua orang atau lebih, mana yang baik mana yang buruk, mana yang jujur mana yang dusta
• Ketika kita bertaqwa kepada Alloh maka Alloh akan memperbaiki urusan urusan kita dan akan mengampuni dosa dosa kita
• Alloh juga akan mempermudah kita untuk beramal sholih ketika kita bertaqwa kepadaNya
• Ketaqwaan juga menyebabkan kita mudah dalam segala urusan, baik urusan dunia maupun urusan akhirat
• Alloh akan memberikan rizki dari arah yang tidak di duga pada orang yang bertaqwa
• Janganlah kalian tergesa gesa ketika berdoa, jangan putus asa ketika belum dikabulkan karena janji Alloh pasti benar, bersabarlah..
• Ketika ketaqwaan seseorang semakin tinggi maka Alloh akan jadikan baginya furqon, yaitu mampu membedakan mana yang haq dan mana yang batil
• Sesungguhnya ketaqwaan menyebabkan bertambahnya petunjuk, ilmu dan penjagaan/hafalan bagi orang yang memiliki ketaqwaan tersebut
• Sesungguhnya ilmu adalah cahaya, dan Alloh tidak akan memberikan cahaya tersebut pada orang yang bermaksiat
• Ketaqwaan akan menyebabkan tambah kuatnya kefahaman, dan tambahnya kuatnya kefahaman merupakan sebab bertambahnya ilmu
• Dengan sebab ketaqwaan, Alloh akan memberikan firasat kepada pemilik ketaqwaan sehingga dia bisa membedakan antara dua orang atau lebih, mana yang baik mana yang buruk, mana yang jujur mana yang dusta
Label:
Pengajian,
Taklim Bakda Maghrib
Jumat, 17 Agustus 2018
Catatan Taklim Bakda Maghrib 16
Kamis, 16 Agustus 2018, Ust Firdaus
• Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi, dan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham tetapi mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang telah mengambil ilmu tersebut maka dia telah mengambil bagian yang banyak (HR Abu Dawud dari Abu Darda)
• Dalil dari Al Quran dan Hadits tentang para ulama dan kedudukannya yang mulia adalah sangat banyak
• Para ulama yang Alloh tinggikan kedudukannya adalah ulama al kitab dan sunah yang mereka berjalan di atas manhaj salafussholih
• Para ulama adalah orang yang kuat ilmunya dan kuat amalnya, mereka tidak hanya mengumpulkan ilmu tetapi mereka juga mengamalkan apa yang telah mereka ilmui
• Pepatah arab mengatakan “ilmu yang tidak diamalkan seperti pohon yang tidak berbuah”
• Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi, dan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham tetapi mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang telah mengambil ilmu tersebut maka dia telah mengambil bagian yang banyak (HR Abu Dawud dari Abu Darda)
• Dalil dari Al Quran dan Hadits tentang para ulama dan kedudukannya yang mulia adalah sangat banyak
• Para ulama yang Alloh tinggikan kedudukannya adalah ulama al kitab dan sunah yang mereka berjalan di atas manhaj salafussholih
• Para ulama adalah orang yang kuat ilmunya dan kuat amalnya, mereka tidak hanya mengumpulkan ilmu tetapi mereka juga mengamalkan apa yang telah mereka ilmui
• Pepatah arab mengatakan “ilmu yang tidak diamalkan seperti pohon yang tidak berbuah”
Label:
Pengajian,
Taklim Bakda Maghrib
Kamis, 16 Agustus 2018
Catatan Taklim Bakda Maghrib 15
Rabu, 15 Agustus 2018, Ust Abu Sinan
• Wajibnya meninggalkan sesuatu yang diharamkan oleh Alloh dan RosulNya
• Bertanya dengan pertanyaan yang tidak ada faidahnya dan mempertanyakan ketentuan syariat dari Alloh adalah perbuatan yang terlarang
• Kita juga dilarang memberat beratkan diri dalam menjalankan perintah dari Alloh dan RosulNya
• Kewajiban menjalankan perintah adalah sesuai dengan kadar kemampuannya, berlaku kaidah: apabila tidak mampu menjalankan secara keseluruhan maka janganlah meninggalkan secara keseluruhan, kerjakanlah semampunya walaupun tidak sempurna
• Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anha berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai manusia, sesungguhnya Allah Maha Baik dan hanya menerima yang baik. Sesungguhnya Allah telah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk (melakukan) perintah yang disampaikan kepada para nabi. Kemudian beliau membaca firman Allah, ‘Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amalan yang shaleh. ’ Dan firman-Nya, ‘Hai orang-orang yang beriman, makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami anugerahkan kepadamu. ’ Kemudian beliau menceritakan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh (lama), tubuhnya diliputi debu lagi kusut, ia menengadahkan tangannya ke langit seraya berdoa, ‘Ya Rabbku, ya Rabbku’. Akan tetapi makanannya haram, minumannya haram, dan ia diberi makan dengan yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan.” (HR. Muslim) [hadits arbain ke-10]
• Diantara nama Alloh subhanahu wataala adalah At-Thoyib, Yang Maha Baik pada dzat, sifat sifat dan perbuatanNya
• Alloh hanya menerima yang baik, baik dari segi dzatnya maupun dari segi cara memperolehnya
• Alloh memerintahkan kepada para rosul dan orang beriman untuk makan dari makanan yang baik baik yang telah di anugerahkan Alloh dan mengerjakan amalan yang sholeh
• Alloh tidak akan menerima doa dari orang yang makanan dan minumnya berasal dari sesuatu yang haram
• Salah satu sebab tidak dikabulkannya doa adalah memakan atau minum sesuatu yang haram baik dari sisi dzatnya ataupun dari sisi cara memperolehnya
• Wajibnya meninggalkan sesuatu yang diharamkan oleh Alloh dan RosulNya
• Bertanya dengan pertanyaan yang tidak ada faidahnya dan mempertanyakan ketentuan syariat dari Alloh adalah perbuatan yang terlarang
• Kita juga dilarang memberat beratkan diri dalam menjalankan perintah dari Alloh dan RosulNya
• Kewajiban menjalankan perintah adalah sesuai dengan kadar kemampuannya, berlaku kaidah: apabila tidak mampu menjalankan secara keseluruhan maka janganlah meninggalkan secara keseluruhan, kerjakanlah semampunya walaupun tidak sempurna
• Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anha berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai manusia, sesungguhnya Allah Maha Baik dan hanya menerima yang baik. Sesungguhnya Allah telah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk (melakukan) perintah yang disampaikan kepada para nabi. Kemudian beliau membaca firman Allah, ‘Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amalan yang shaleh. ’ Dan firman-Nya, ‘Hai orang-orang yang beriman, makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami anugerahkan kepadamu. ’ Kemudian beliau menceritakan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh (lama), tubuhnya diliputi debu lagi kusut, ia menengadahkan tangannya ke langit seraya berdoa, ‘Ya Rabbku, ya Rabbku’. Akan tetapi makanannya haram, minumannya haram, dan ia diberi makan dengan yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan.” (HR. Muslim) [hadits arbain ke-10]
• Diantara nama Alloh subhanahu wataala adalah At-Thoyib, Yang Maha Baik pada dzat, sifat sifat dan perbuatanNya
• Alloh hanya menerima yang baik, baik dari segi dzatnya maupun dari segi cara memperolehnya
• Alloh memerintahkan kepada para rosul dan orang beriman untuk makan dari makanan yang baik baik yang telah di anugerahkan Alloh dan mengerjakan amalan yang sholeh
• Alloh tidak akan menerima doa dari orang yang makanan dan minumnya berasal dari sesuatu yang haram
• Salah satu sebab tidak dikabulkannya doa adalah memakan atau minum sesuatu yang haram baik dari sisi dzatnya ataupun dari sisi cara memperolehnya
Label:
Pengajian,
Taklim Bakda Maghrib
Langganan:
Postingan (Atom)