- Kita dilarang mencela orang lain karena bisa jadi orang yang dicela lebih baik daripada yang mencela
- Islam mengajarkan untuk selalu menjaga lisan agar selalu berbicara baik atau kalau tidak bisa maka lebih baik diam
- Islam juga mengajarkan untuk memuliakan tetangga sebagai konsekuensi dari keimanan kepada Alloh dan hari akhir
- Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa salam menganjurkan kepada umatnya untuk berbagi dengan tetangga. Apabila masak masakan yang berkuah kita dianjurkan memperbanyak kuah untuk dibagikan kepada tetangga
- Hendaknya kita berbuat baik kepada orang tua, karib kerabat, anak yatim, orang miskin dan kepada tetangga dekat maupun jauh serta teman sejawat dan orang yang dalam perjalanan
- Dalam dakwah hendaknya seorang dai selalu memberikan peringatan dan kabar gembira pada mad’u nya
- Jibril selalu mewasiati Nabi sholallohu ‘alaihi wa salam tentang tetangga sampai sampai beliau menyangka bahwa tetangga juga mendapatkan warisan ((tetangga tidak mendapat warisan))
- Salah satu bentuk kedzoliman kepada tetangga adalah meninggikan bangunan sehingga menghalangi rumah tetangga untuk mendapatkan sinar matahari
- Diantara bentuk memuliakan tetangga adalah dengan kita tidak mengganggu tetangga dan sebisa mungkin untuk memberikan kebaikan kepada tetangga
- Jenis tetangga : tetangga muslim dan masih mempunyai hubungan kekerabatan, tetangga muslim tapi bukan kerabat, tetangga bukan muslim dan bukan kerabat
- Tetangga yang paling diutamakan dalam kita berbuat baik adalah tetangga yang paling dekat pintunya dengan rumah kita
Rabu, 31 Oktober 2018
Catatan Taklim Bakda Maghrib 56
Rabu, 31 Oktoberr 2018, Ust Abu Sinan
Selasa, 30 Oktober 2018
Catatan Taklim Bakda Maghrib 55
Selasa, 30 Oktober 2018, Ust Mubarok
- Membaca ayat kursi ketika mau tidur melindungi dari gangguan syaiton sampai dengan waktu subuh sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Hurairoh
- Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mewakilkan padaku untuk menjaga zakat Ramadhan (zakat fitrah). Lalu ada seseorang yang datang dan menumpahkan makanan dan mengambilnya. Aku pun mengatakan, “Demi Allah, aku benar-benar akan mengadukanmu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Lalu ia berkata, “Aku ini benar-benar dalam keadaan butuh. Aku memiliki keluarga dan aku pun sangat membutuhkan ini.” Abu Hurairah berkata, “Aku membiarkannya. Lantas di pagi hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku: “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” Aku pun menjawab, “Wahai Rasulullah, dia mengadukan bahwa dia dalam keadaan butuh dan juga punya keluarga. Oleh karena itu, aku begitu kasihan padanya sehingga aku melepaskannya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia telah berdusta padamu dan dia akan kembali lagi.”Aku pun tahu bahwasanya ia akan kembali sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan. Aku pun mengawasinya, ternyata ia pun datang dan menumpahkan makanan, lalu ia mengambilnya. Aku pun mengatakan, “Aku benar-benar akan mengadukanmu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Lalu ia berkata, “Biarkanlah aku, aku ini benar-benar dalam keadaan butuh. Aku memiliki keluarga dan aku tidak akan kembali setelah itu.” Abu Hurairah berkata, “Aku pun menaruh kasihan padanya, aku membiarkannya. Lantas di pagi hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku: “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu?” Aku pun menjawab, “Wahai Rasulullah, dia mengadukan bahwa dia dalam keadaan butuh dan juga punya keluarga. Oleh karena itu, aku begitu kasihan padanya sehingga aku melepaskannya pergi.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia telah berdusta padamu dan dia akan kembali lagi. Pada hari ketiga, aku terus mengawasinya, ia pun datang dan menumpahkan makanan lalu mengambilnya. Aku pun mengatakan, “Aku benar-benar akan mengadukanmu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini sudah kali ketiga, engkau katakan tidak akan kembali namun ternyata masih kembali. Ia pun berkata, “Biarkan aku. Aku akan mengajari suatu kalimat yang akan bermanfaat untukmu.” Abu Hurairah bertanya, “Apa itu?” Ia pun menjawab, “Jika engkau hendak tidur di ranjangmu, bacalah ayat kursi ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum …‘ hingga engkau menyelesaikan ayat tersebut. Faedahnya, Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi hari.” Abu Hurairah berkata, “Aku pun melepaskan dirinya dan ketika pagi hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya padaku, “Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” Abu Hurairah menjawab, “Wahai Rasulullah, ia mengaku bahwa ia mengajarkan suatu kalimat yang Allah beri manfaat padaku jika membacanya. Sehingga aku pun melepaskan dirinya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa kalimat tersebut?” Abu Hurairah menjawab, “Ia mengatakan padaku, jika aku hendak pergi tidur di ranjang, hendaklah membaca ayat kursi hingga selesai yaitu bacaan ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum’. Lalu ia mengatakan padaku bahwa Allah akan senantiasa menjagaku dan setan pun tidak akan mendekatimu hingga pagi hari. Dan para sahabat lebih semangat dalam melakukan kebaikan.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Adapun dia kala itu berkata benar, namun asalnya dia pendusta. Engkau tahu siapa yang bercakap denganmu sampai tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?” “Tidak”, jawab Abu Hurairah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Dia adalah setan.” (HR. Bukhari no. 2311)
- Syaitan mempunyai karakter senang berdusta dan kadang bisa berwujud dengan berbagai bentuk dan penampakan yang mungkin bisa dilihat
- Wujud asli syaitan sebagaimana asal penciptaanya adalah tidak bisa dilihat oleh manusia, yang bisa dilihat adalah dalam wujud yang bukan aslinya
- Membiasakan dzikir dengan dzikir-dzikir yang syar’i adalah salah satu bentuk penjagaan terhadap gangguan syaitan
Label:
Taklim Bakda Maghrib
Senin, 29 Oktober 2018
Catatan Taklim Bakda Maghrib 54
Senin, 29 Oktober 2018, Ust Abu Bakar
- Banyaknya nikmat Alloh yang diberikan kepada manusia didunia tidak mungkin bisa dihitung oleh manusia karena sangat banyaknya sehingga sudah seharusnya kita mensyukuri nikmat tersebut
- Kenikmatan biasanya baru dirasakan nikmatnya ketika kenikmatan itu hilang dari kita seperti nikmat sehat yang biasanya baru dirasakan nikmatnya ketika sakit
- Selain nikmat Alloh yang tidak bisa kita hitung banyaknya, dosa kita kepada Alloh juga tidak terhitung karena begitu banyaknya sehingga kita diwajibkan untuk selalu memohon ampunan kepada Alloh atas segala dosa yang kita lakukan
- Sesungguhnya ilmu agama itu adalah cahaya dan Alloh tidak akan memberikannya kepada orang yang selalu berbuat maksiat sebagaimana dikatakan oleh Imam Waki’ kepada Imam Syafi’i bahwa “Ilmu adalah cahaya dan cahaya Alloh tidak mungkin diberikan kepada pelaku maksiat”
- Asal dari perintah adalah wajib, dan perintah untuk bertaubat bagi ada didalam Al Qur’an sehingga hukumnya adalah wajib bagi setiap orang yang beriman
- Rosul beristighfar dan bertaubat kepada Alloh subhanahu wata’ala dalam sehari lebih dari 70 kali dan didalam riwayat lain disebutkan sampai 100 kali
- Alloh sangat bergembira ketika ada hambaNya yang bertaubat sebagaimana dikabarkan didalam sebuah hadits riwayat imam muslim : “Sungguh Allah benar-benar lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian karena hewan tunggangannya.”
- Syarat-syarat taubat :
- Ikhlas lillahi ta’ala
- Menyesal
- Segera meninggalkan dosa tersebut
- Belum datang masa tidak berlakunya taubat (kematian dan kiamat)
- Meminta dihalalkan apabila dosanya berkaitan dengan hak orang lain
Label:
Taklim Bakda Maghrib
Kamis, 25 Oktober 2018
Catatan Taklim Bakda Maghrib 53
Kamis, 25 Oktober 2018, Ust Firdaus
- Salah satu adab murid kepada gurunya adalah ia bersyukur/berterimakasih kepada gurunya, sesuai dengan hadits nabi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh rodiyallohu ‘anhu yang menyebutkan bahwa Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa salam bersabda : “Tidak bersyukur kepada Alloh orang yang tidak bersyukur kepada manusia” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)
- Syaikh Muqbil rahimahulloh menyebutkan tentang syukurnya murid terhadap guru diantaranya adalah memuji gurunya dengan hal-hal yang sepantasnya. Jangan memuji guru secara berlebihan diluar hal-hal yang sepantasnya
- Berkata Ibnu Jama’ah didalam kitab Tadzkirotussaami’ wal Mutakalim : hendaknya seorang bersyukur kepada syaikh/gurunya atas penjelasannya terhadap perkara-perkara yang didalamnya terdapat keutamaan dan atas tegurannya terhadap perkara-perkara yang didalamnya terdapat kekurangan atau atas kemalasan yang sedang dialami ataupun kelalaian yang menimpanya atau hal-hal lainnya dari penjelasan teguran dan bimbingan guru, dan semua yang dilakukan guru tersebut terhitung sebagai nikmat Alloh atasnya
- Perhatian murid terhadap guru akan mendorong guru untuk lebih memperhatikan kemaslahatan murid
- Bagaimana mungkin seorang murid tidak bersyukur kepada gurunya, dalam keadaan gurunya sudah berusaha mengupayakan kebaikan bagi murid dengan mengajaknya untuk berhias dengan keutamaan dan menjauhkan diri dari hal-hal yang rendahan. Bahkan gurupun mungkin mengupayakan untuk memberikan manfaat kepada muridnya dengan harta jika memang mampu setelah mencurahkan untuk muridnya ilmu yang bermanfaat, yang kedudukan ilmu itu lebih mahal dari dunia dan seisinya. Namun demikian kita dapati sebagian penuntut ilmu bersikap kurang ajar dan tidak bersyukur/terimakasih kepada gurunya, bahkan bisa jadi murid mencela guru dan merendahkannya dan syaitan menghias-hiasi bahwa perbuatan ini adalah termasuk nasihat
- Bersyukur kepada guru adalah dengan mentaati guru dan mendoakannya dengan doa kebaikan serta menghormatinya dengan sikap dan adab-adab yang baik
Label:
Taklim Bakda Maghrib
Rabu, 24 Oktober 2018
Catatan Taklim Bakda Maghrib 52
Rabu, 24 Oktober 2018, Ust Abu Sinan
- Orang yang beriman diseru untuk selalu bertaqwa kepada Alloh subhanahu wata’ala kapanpun dan dimanapun
- Menjaga diri dari kemaksiatan dan hal-hal yang mengundang kemurkaan Alloh subhanahu wata’ala merupakan sifat orang yang bertaqwa, baik ketika sendirian maupun ketika bersama orang lain
- Orang yang bertaqwa selalu kembali/bertaubat kepada Alloh subhanahu wata’ala ketika melakukan kesalahan dan dosa
- Sholat mencegah perbuatan keji dan munkar, apabila seseorang tetap melakukan kekejian dan kemunkaran padahal dia sholat maka perlu dikoreksi sholatnya
- Orang yang beriman selalu berusaha untuk berkata yang baik atau diam ketika tidak mampu berkata yang baik
- Menjaga lisan untuk tidak berkata yang tidak baik merupakan perkara yang diperintahkan oleh Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa salam bahkan dikaitkan dengan keimanan terhadap Alloh dan hari akhir
- Banyak yang masuk neraka disebabkan oleh ketidakmampuan menjaga lisan, bahkan disebutkan didalam hadits bahwa kebanyakan dosa anak adam disebabkan oleh lisan
- Dari Syaqiq berkata, Pernah Abdullah (bin Mas’ud) radliyallahu anhu bertalbiyah di atas bukit shofa. Kemudian berkata, “Wahai lisan, berkatalah yang baik niscaya engkau akan memperoleh kebaikan atau diamlah niscaya engkau akan selamat sebelum engkau menyesal”. Mereka bertanya, “Wahai Abu Abdurrahman (maksudnya; Ibnu Mas’ud), Apakah ini suatu ucapan yang engkau ucapkan sendiri atau yang engkau pernah dengar?”. Beliau radliyallahu anhu menjawab, “Tidak, bahkan aku telah mendengar Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,“Kebanyakan dosa anak-anak adam itu ada pada lisannya”. [HR ath-Thabraniy, Abu asy-Syaikh dan Ibnu Asakir. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Hasan, lihat Shahih al-Jami’ ash-Shaghir: 1201, Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah: 534 dan al-Adab: 396].
- Seandainya kita disuruh untuk membeli kertas untuk mencatat amalan-amalan kita, niscaya kita akan lebih banyak diam
Selasa, 23 Oktober 2018
Catatan Taklim Bakda Maghrib 51
Selasa, 23 Oktober 2018, Ust Mubarok
- Target utama gangguan syaitan adalah orang-orang yang beriman, semakin tinggi keimanan semakin tinggi pula tingkat gangguannya
- Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaaha ilIallaahu wahdah, Iaa syariikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir' (Tiada tuhan selain Allah, Dialah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya, Dialah yang memiliki alam semesta dan segala puji hanya bagi-Nya. Allah adalah Maha Kuasa atas segaIa sesuatu) dalam sehari seratus kali, maka orang tersebut akan mendapat pahala sama seperti orang yang memerdekakan seratus orang budak, dicatat seratus kebaikan untuknya, dihapus seratus keburukan untuknya. Pada hari itu ia akan terjaga dari godaan syaitan sampai sore hari dan tidak ada orang lain yang melebihi pahalanya, kecuali orang yang membaca lebih banyak dan itu. Barang siapa membaca Subhaanallaah wa bi hamdihi (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) seratus kali dalam sehari, maka dosanya akan dihapus, meskipun sebanyak buih lautan." (Shahih Muslim 4857)
- Hadits tersebut diatas merupakan dalil tentang adanya gangguan dari syaitan terhadap manusia yang mana kita bisa berlindung dari gangguan tersebut dengan membaca dzikir seperti yang tercantum dalam hadits
- Waktu subuh biasanya digunakan oleh para tukang sihir untuk melakukan pekerjaan sihirnya
- Mimpi itu ada tiga macam: mimpi yang benar, mimpi yang ditimbulkan karena perkataan seseorang mengenai dirinya, dan mimpi buruk yang datang dari syetan. Siapa saja yang bermimpi sesuatu yang dibencinya, maka hendaklah ia bangun dan melakukan shalat.
- Jika kalian mendengar ayam berkokok berdoalah kepada Alloh untuk meminta karunia sesuai dengan hadits berikut : Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila kalian mendengar ayam berkokok, mintalah karunia Allah (berdoalah), karena dia melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkikan keledai, mintalah perlindungan kepada Allah dari setan, karena dia melihat setan.” (HR. Bukhari 3303 dan Muslim 2729)
- Setiap manusia selalu ditemani oleh pendaamping (qorin) dari bangsa jin sebagaimana dikabarkan oleh Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa salam dalam hadits : Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan jin.” Para sahabat bertanya, “Termasuk Anda, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,“Termasuk saya, hanya saja Allah membantuku untuk menundukkannya, sehingga dia masuk Islam. Karena itu, dia tidak memerintahkan kepadaku kecuali yang baik.” (HR. Muslim)
Label:
Taklim Bakda Maghrib
Minggu, 21 Oktober 2018
Catatan Taklim Bakda Maghrib 50
Ahad, 21 Oktober 2018, Ust Abu Qotadah
- Diantara adab seorang murid terhadap guru adalah menghormati guru dan merasa butuh terhadap ilmu yang disampaikan oleh guru
- Tidaklah kelembutan ada pada sesuatu kecuali akan membuat baiknya sesuatu dan tidaklah kelembutan tercabut dari sesuatu melainkan akan membuat buruk sesuatu tersebut
- Tidak sepantasnya seorang penuntut ilmu untuk mengucapkan ucapan yang tidak baik dan mengganggu tetangga
- Seorang penuntut ilmu juga dituntut untuk sabar didalam menuntut ilmu dan menghadapi guru atau teman-temannya sesama penuntut ilmu
- Menjaga kebersihan diri dan lingkungan pondok harusnya menjadi kesadaran tiap penuntut ilmu, bukan hanya ketika disuruh oleh pengurus/guru
- Seorang murid hendaknya mentaati perintah guru selama perintah itu bukan perintah untuk berbuat maksiat
Label:
Taklim Bakda Maghrib
Sabtu, 20 Oktober 2018
Catatan Taklim Bakda Maghrib 49
Sabtu, 20 Oktober 2018, Ust Saifudin Zuhri
- Sunah-sunahnya wudhu diantaranya :
- membaca bismillah,
- bersiwak,
- mencuci telapak tangan tiga kali dipermulaan wudhu,
- bersungguh-sungguh dalam berkumur dan memasukkan air kehidung bagi yang tidak puasa,
- menggosok anggota wudhu kecuali kepala ketika wudhu dan menyela-nyela jenggot yang lebat,
- mendahulukan yang kanan dari yang kiri pada saat mencuci tangan dan kaki,
- mencuci tiga kali pada saat mencuci wajah, tangan, dan kaki,
- berdoa dengan dzikir yang datang dari nabi sholallohu ‘alaihi wa salam setelah wudhu
- Sunah-sunah wudhu tersebut apabila dijalankan akan menyebabkan kesempurnaan wudhu dan apabila tidak dijalankan maka wudhunya tetap sah selama wajib dan rukunnya terpenuhi
- Membaca bismillah merupakan sunah wudhu menurut jumhur ulama dan sebagian ulama berpendapat wajib tetapi ulama bersepakat bahwa membaca bismillah adalah disyari’atkan
- Salah satu bukti terjaganya agama islam adalah segala sesuatu yang dinisbahkan kepada nabi tapi ternyata bukan dari nabi pasti akan ketahuan
- Dalil dalam agama tidak harus terdapat dalam Al Qur’an, tetapi bisa juga datang dari hadits nabi sholallohu ‘alaihi wa salam dan ijma’
- Barangsiapa mengingkari hadits ahad yang shohih setelah ditegakkan hujah maka dia dihukumi kafir
Label:
Taklim Bakda Maghrib
Kamis, 18 Oktober 2018
Catatan Taklim Bakda Maghrib 48
Kamis, 18 Oktober 2018, Ust Firdaus
- Wajib bagi orang yang sakit untuk ridho dengan ketentuan Alloh dan bersabar atas takdir Alloh serta khusnudzon kepada Alloh bahwa hal itu adalah lebih baik untuknya. Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa salam bersabda “sungguh menakjubkan perkaranya seorang mukmin, sungguh perkaranya semuanya adalah baik, tidaklah hal itu ada pada seseorang kecuali ada pada seorang mukmin, jika dia mendapatkan sesuatu yang menyenangkan dia bersyukur maka hal itu baik untuknya, jika tertimpa sesuatu yang tidak menyenangkan dia bersabar maka hal itupun baik untuknya”. Dan Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa salam juga bersabda “janganlah salah seorang diantara kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan berprasangka baik kepada Alloh”
- Semestinya bagi orang yang sakit untuk berada dalam keadaan antara takut dan harap. Takut dari adzab Alloh karena dosa-dosanya dan berharap rahmat Alloh subhanahu wa ta’ala
- Betapapun parah sakitnya tetap tidak boleh bagi orang yang sakit tersebut untuk mengangan-angankan/mengharapkan kematian
- Apabila orang yang sakit memiliki tanggungan hak adam maka hendaknya dikembalikan kepada orangnya jika memang masih memungkinkan, apabila tidak memungkinkan saat itu maka hendaknya dia berwasiat terkait dengan hal tersebut
Label:
Taklim Bakda Maghrib
Rabu, 17 Oktober 2018
Catatan Taklim Bakda Maghrib 47
Rabu, 17 Oktober 2018, Ust Abu Sinan
- Hendaknya kita meluruskan niat didalam menuntut ilmu untuk mendekatkan diri kepada Alloh dan menghilangkan kejahilan
- Hadits ke-15 arbain nawawi: Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (Riwayat Bukhori dan Muslim)
- Abu hurairoh adalah orang yang paling banyak meriwayatkan hadits nabi sholallohu ‘alaihi wa salam tetapi sangat dibenci oleh kaum syiah rofidhoh
- Bahwasanya Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasalam bersabda: barangsiapa beriman kepada Alloh dan hari akhir, maka hendaknya berkata yang baik atau diam
- Seorang yang beriman sudah seharusnya selalu mengatakan perkataan yang baik atau kalau tidak bisa maka lebih baik untuk diam
- Rosul juga bersabda : barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir maka hendaknya dia memuliakan tetangganya
- Islam memerintahkan umatnya untuk selalu berbuat baik kepada tetangganya dan sangat melarang untuk berbuat buruk kepada tetangga
- Selain tetangga, Rosululloh juga memerintahkan untuk memuliakan tamu
- Iman dikaitkan secara langsung dengan kehidupan sehari-hari, iman membawa kosekuensi terhadap perilaku yang bisa menumbuhkan cinta dan kasih sayang diantara manusia didalam kehidupan individu dan masyarakat
- Perbuatan yang disebutkan dalam hadits abu hurairoh di atas apabila dilanggar menyebabkan berkurangnya kesempurnaan keimanan
Langganan:
Postingan (Atom)