Sabtu, 20 Oktober 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 49

Sabtu, 20 Oktober 2018, Ust Saifudin Zuhri

  • Sunah-sunahnya wudhu diantaranya : 
  1. membaca bismillah, 
  2. bersiwak, 
  3. mencuci telapak tangan tiga kali dipermulaan wudhu,
  4. bersungguh-sungguh dalam berkumur dan memasukkan air kehidung bagi yang tidak puasa,
  5. menggosok anggota wudhu kecuali kepala ketika wudhu dan menyela-nyela jenggot yang lebat, 
  6. mendahulukan yang kanan dari yang kiri pada saat mencuci tangan dan kaki, 
  7. mencuci tiga kali pada saat mencuci wajah, tangan, dan kaki, 
  8. berdoa dengan dzikir yang datang dari nabi sholallohu ‘alaihi wa salam setelah wudhu
  • Sunah-sunah wudhu tersebut apabila dijalankan akan menyebabkan kesempurnaan wudhu dan apabila tidak dijalankan maka wudhunya tetap sah selama wajib dan rukunnya terpenuhi
  • Membaca bismillah merupakan sunah wudhu menurut jumhur ulama dan sebagian ulama berpendapat wajib tetapi ulama bersepakat bahwa membaca bismillah adalah disyari’atkan
  • Salah satu bukti terjaganya agama islam adalah segala sesuatu yang dinisbahkan kepada nabi tapi ternyata bukan dari nabi pasti akan ketahuan
  • Dalil dalam agama tidak harus terdapat dalam Al Qur’an, tetapi bisa juga datang dari hadits nabi sholallohu ‘alaihi wa salam dan ijma’
  • Barangsiapa mengingkari hadits ahad yang shohih setelah ditegakkan hujah maka dia dihukumi kafir


Kamis, 18 Oktober 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 48

Kamis, 18 Oktober 2018, Ust Firdaus


  • Wajib bagi orang yang sakit untuk ridho dengan ketentuan Alloh dan bersabar atas takdir Alloh serta khusnudzon kepada Alloh bahwa hal itu adalah lebih baik untuknya. Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa salam bersabda “sungguh menakjubkan perkaranya seorang mukmin, sungguh perkaranya semuanya adalah baik, tidaklah hal itu ada pada seseorang kecuali ada pada seorang mukmin, jika dia mendapatkan sesuatu yang menyenangkan dia bersyukur maka hal itu baik untuknya, jika tertimpa sesuatu yang tidak menyenangkan dia bersabar maka hal itupun baik untuknya”. Dan Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa salam juga bersabda “janganlah salah seorang diantara kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan berprasangka baik kepada Alloh”
  • Semestinya bagi orang yang sakit untuk berada dalam keadaan antara takut dan harap. Takut dari adzab Alloh karena dosa-dosanya dan berharap rahmat Alloh subhanahu wa ta’ala
  • Betapapun parah sakitnya tetap tidak boleh bagi orang yang sakit tersebut untuk mengangan-angankan/mengharapkan kematian
  • Apabila orang yang sakit memiliki tanggungan hak adam maka hendaknya dikembalikan kepada orangnya jika memang masih memungkinkan, apabila tidak memungkinkan saat itu maka hendaknya dia berwasiat terkait dengan hal tersebut


Rabu, 17 Oktober 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 47

Rabu, 17 Oktober 2018, Ust Abu Sinan


  • Hendaknya kita meluruskan niat didalam menuntut ilmu untuk mendekatkan diri kepada Alloh dan menghilangkan kejahilan
  • Hadits ke-15 arbain nawawi: Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (Riwayat Bukhori dan Muslim)
  • Abu hurairoh adalah orang yang paling banyak meriwayatkan hadits nabi sholallohu ‘alaihi wa salam tetapi sangat dibenci oleh kaum syiah rofidhoh
  • Bahwasanya Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasalam bersabda: barangsiapa beriman kepada Alloh dan hari akhir, maka hendaknya berkata yang baik atau diam
  • Seorang yang beriman sudah seharusnya selalu mengatakan perkataan yang baik atau kalau tidak bisa maka lebih baik untuk diam
  • Rosul juga bersabda : barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir maka hendaknya dia memuliakan tetangganya
  • Islam memerintahkan umatnya untuk selalu berbuat baik kepada tetangganya dan sangat melarang untuk berbuat buruk kepada tetangga
  • Selain tetangga, Rosululloh juga memerintahkan untuk memuliakan tamu
  • Iman dikaitkan secara langsung dengan kehidupan sehari-hari, iman membawa kosekuensi terhadap perilaku yang bisa menumbuhkan cinta dan kasih sayang diantara manusia didalam kehidupan individu dan masyarakat
  • Perbuatan yang disebutkan dalam hadits abu hurairoh di atas apabila dilanggar menyebabkan berkurangnya kesempurnaan keimanan


Selasa, 16 Oktober 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 46

Selasa, 16 Oktober 2018, Ust Mubarok


  • Al hilm (kelembutan) adalah hiasan ilmu dan sifat haya’ (malu) adalah bagian dari al hilm
  • Para ulama mempelajari adab terlebih dahulu sebelum mempelajari ilmu
  • Kejelekan itu akan menarik kejelekan yang lain sebagaimana kebaikan juga akan menarik kebaikan yang lainnya, maka berusahalah untuk selalu menjauhi kejelekan dan mendekati kebaikan
  • Alloh akan menguji hamba-hambanya dan jangan merasa aman dari makar Alloh sebagaimana orang-orang seperti disebutkan didalam Al Qur’an “Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raf: 99)
  • Biasakan menghiasi diri dengan akhlak mulia karena salah satu tanda orang yang mengamalkan ilmu adalah berakhlak mulia
  • Kerahkan segenap kemampuan untuk mendapatkan ilmu, ketika terjadi futur/lemah semangat maka bersabarlah dan meminta pertolongan kepada Alloh serta beristiqomahlah dan janganlah merasa lemah


Senin, 15 Oktober 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 45

Senin, 15 Oktober 2018, Ust Abu Bakar

Nikmat duniawi yang begitu banyak adalah sesuatu yang wajib disyukuri agar kita dapat merasakan juga nikmat di akhirat yang jauh lebih baik dibanding nikmat di dunia
Rukun syukur ada 3 yaitu :
1. meyakini dalam hati bahwa semua nikmat datang dari Alloh subhanahu wata’ala
2. Mengucapkannya dengan lisan.
3. Menggunakan kenikmatan tersebut untuk menggapai ridha Allah, karena Dia-lah yang memberikannya
Rosululloh mendoakan agar Alloh subhanahu wata’ala merohmati orang yang menjaga sholat sunah 4 rokaat sebelum ashar, ini bukan sholat rowatib tetapi disebutkan didalam hadits dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda“Semoga Allah merahmati seseorang yang mengerjakan shalat qabliyah ‘Ashar sebanyak empat raka’at.” (HR. Abu Daud, no. 1271 dan Tirmidzi, no. 430. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)
Salah satu bentuk syukur adalah dengan memperbanyak ibadah sholat sunnah selain sholat wajib

Minggu, 14 Oktober 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 44

Ahad, 14 Oktober 2018, Ust Abu Qotadah


  • Berkata Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rohimahulloh : Mengesakan ibadah kepada Alloh maknanya adalah mentaati Alloh dengan mengerjakan perintahNya dan menjauhi laranganNya
  • Sesungguhnya Alloh menciptakan jin dan manusia adalah untuk beribadah kepada Alloh subhanahu wata’ala sebagaimana disebutkan dalam surat Adz Dzariat : 56
  • Para malaikat juga beribadah kepada Alloh, mereka tidak sombong dan tidak merasa letih dalam beribadah kepada Alloh subhanahu wata’ala sebagaimana tersebut didalam surat Al Anbiya ayat 19 (Dan kepunyaan-Nya-lah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih) 
  • Ibadah secara bahasa adalah berarti menghinakan/menghambakan diri kepada Alloh subhanahu wata’ala
  • Ibadah secara istilah berarti puncak kecintaan disertai dengan puncak penghinaan diri seorang hamba kepada Alloh subhanahu wata’ala sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qoyim dalam Nuniyah-nya
  • Poros ibadah adalah puncak kecintaan dan puncak perendahan diri dari seorang hamba kepada yang di ibadahi, barangsiapa yang cinta kepada sesuatu tetapi tidak disertai perendahan diri terhadap sesuatu tersebut maka tidak disebut ibadah. Contoh : seseorang yang cinta kepada isteri dan anak tetapi dia tidak sampai merendahkan diri kepada isteri dan anaknya maka tidak dinamakan sebagai ibadah


Kamis, 11 Oktober 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 43

Kamis, 11 Oktober 2018, Ust Firdaus


  • Sebuah hadits dikatakan mutafaqun ‘alaih adalah jika diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab Shohih nya dengan jalur periwayatan dari sahabat yang sama dan kandungan haditsnya sama
  • Barangsiapa yang meniru-niru suatu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut
  • Seseorang akan bersama dengan orang yang ia cintai dan engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai
  • Seorang ulama yang berwajah jelek (Al A’mash) yang mendapat isteri yang sangat cantik mengatakan kepada isterinya : “Kita insyaAlloh sama-sama masuk surga, saya masuk surga karena bersyukur mendapatkan isteri yang cantik yaitu dirimu dan engkau masuk surga karena bersabar mendapat suami yang jelek yaitu diriku”
  • Dan barangsiapa yang mentaati Alloh dan RosulNya maka mereka bersama dengan orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Alloh dari kalangan para nabi, para shidiq, para syuhada dan orang-orang sholi


Rabu, 10 Oktober 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 42

Rabu, 10 Oktober 2018, Ust Abu Sinan


  • Buah dari ilmu adalah amalan, maka memohonlah kepada Alloh agar kita diberi karunia untuk bisa mengamalkan ilmu yang kita pelajari
  • Hadits ke-14 arbain an nawawi : Dari Ibnu Mas’ud, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Tidak halal darah seorang muslim yang bersaki bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi secara benar kecuali Allah, dan aku adalah utusan Allah, kecuali karena satu dari tiga perkara: orang yang pernah menikah berzina, jiwa dibalas dengan jiwa, orang yang meninggalkan agamanya, yang memisahkan diri dari jama’ah.”(Shahih dikeluarkan oleh Al Bukhari di dalam [Al Diyaat/6878/Fath], Muslim di dalam [Al Qisamah/1676/Abdul Baqi])
  • Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasalam memberi tenggang waktu pelaksanaan hukum rajam pada wanita yang berzina sampai dengan melahirkan dan menyusui anaknya
  • Hukum rajam pada pelaku zina yang telah menikah dilakukan oleh penguasa dan harus melalui persaksian 4 orang saksi yang benar-benar menyaksikan perzinahannya seperti melihat timba masuk kedalam sumur
  • Orang yang membunuh orang lain dengan sengaja maka hukumannya adalah dengan dibunuh sebagai qishos kecuali ahli warisnya memaafkan dan yang membunuh membayar diyat yang diminta ahli waris
  • Seorang yang keluar dari islam dan memberontak kepada penguasa kaum muslim juga hukumnya dengan dibunuh
  • Penyebutan tiga perkara yang menghalalkan darah seseorang pada hadits Ibnu Mas’ud adalah bukan pembatasan, ada perkara yang tidak disebutkan di dalam hadits tersebut tetapi hukumnya dengan dibunuh seperti perbuatan liwath (LGBT)
  • Pelaksanaan hukum rajam di dunia pada pelaku zina yang bertaubat dan mengakui perbuatannya akan menghapus dosa perbuatan zina yang dilakukan orang yang dirajam 
  • Wewenang pelaksanaan hukum had adalah hak penguasa dan tidak boleh dilakukan oleh individu atau kelompok tanpa ijin penguasa
  • Menurut Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abad, orang yang meninggalkan agama dan memisahkan diri dari jama’ah yang dimaksud dalam hadits adalah orang yang murtad
  • Perbuatan yang berkonsekuensi adanya hukum had dan adanya ancaman laknat dari Alloh adalah perbuatan dosa besar
  • Perbuatan yang menyebabkan pelakunya dibunuh selain yang disebutkan dalam hadits diatas antara lain LGBT, incest, penyihir, meninggalkan sholat (menurut salah satu pendapat), meminum khomr pada hukuman ke empat, mencuri pada hukuman kelima, menggauli binatang, pemberontak yang mengangkat diri menjadi pemimpin padahal ada pemimpin yang sah, pengintai yang memata-matai kaum muslim untuk orang kafir


Selasa, 09 Oktober 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 41

Selasa, 9 Oktober 2018, Ust Mubarok


  • Asal mula syaitan mengganggu manusia adalah berawal dari perintah Alloh subhanahu wata’ala kepada iblis untuk bersujud kepada Adam ‘alaihissalam dan iblis enggan dan sombong sehingga Alloh melaknatnya. Iblis kemudian bersumpah untuk selalu menggoda manusia hingga hari kiamat
  • Sesungguhnya orang yang bertaqwa jika diganggu syaitan mereka segera berdzikir sehingga segera tersadar
  • Kita tidak boleh menyerah terhadap makar dan gangguan syaitan, apabila datang gangguan syaitan segeralah meminta perlindungan kepada Alloh melalui ta’awud dan berdzikir
  • Gangguan syaitan hanya berpengaruh bagi orang yang lengah dari berdzikir kepada Alloh dan tidak meminta pertolongan dan perlindungan kepada Alloh
  • Gangguan syaitan tidak akan berpengaruh kepada orang yang beriman dan bertawakal kepada Alloh subhanahu wata’ala
  • Syaitan akan semakin menakut nakuti manusia yang takut terhadap gangguannya dan menjadikan syaitan sebagai walinya, sehingga kita tidak boleh takut terhadap gangguan syaitan sebagai keharusan dari ketaqwaan
  • Keimanan itu naik dan turun, naik dengan ketaatan dan turun dengan maksiat. Semakin tinggi keimanan maka semakin susah syaitan mengganggunya, semakin rendah keimanan maka semakin mudah syaitan mengganggunya
  • Semakin tinggi keimanan seseorang maka syaitan akan semakin bekerja keras untuk mengganggunya, sehingga kita tidak boleh lalai dan lengah terhadap gangguannya
  • Hendaknya kita memerangi para bala tentara syaitan dan wali-walinya sampai kapanpun dan jangan sampai kita menampakkan ketakutan dan kelemahan kita terhadapnya
  • Sesungguhnya syaitan adalah musuh manusia maka jadikanlah syaitan sebagai musuh, jangan sekali kali menganggapnya sebagai teman apalagi sebagai wali dan pelindung
  • Sesungguhnya besarnya pahala adalah sebanding dengan besarnya ujian, sehingga apabila kita di uji dengan ujian yang berat maka bersabarlah dan berharaplah akan pahalanya
  • Pandangan takjub disertai rasa hasad dengan ijin Alloh bisa menimbulkan penyakit ‘ain sehingga kita diperintahkan untuk selalu membentengi diri dengan dzikir-dzikir yang disunahkan agar tidak terkena penyakit ‘ain tersebut
  • Was-was adalah bisikan-bisikan syaitan yang tersembunyi agar kita meninggalkan shirotol mustaqim / jalan Alloh yang lurus


Rabu, 03 Oktober 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 40

Rabu, 3 Oktober 2018, Ust Abu Sinan


  • Dalam islam adalah kita diperintahkan menyukai apabila saudara kita memperoleh apa-apa yang kita sukai sebagaimana kita menyukainya untuk diri kita sendiri
  • Perangai orang-orang yang curang dalam menimbang/menakar sebagaimana tersebut dalam surat Al Muthofifin di ancam dengan kecelakaan/ neraka wail
  • Hendaklah kita memenuhi takaran/timbangan agar tidak ditimpa kecelakaan sebagaimana terjadi pada kaum Nabi Syu’aib yang ditimpa gempa
  • Dalam jual beli selain takaran/timbangan masalah kualitas atau keadaan barang juga hendaknya kita jujur terhadap pembeli dan tidak boleh menutupinya apabila ada cacat pada dagangannya
  • Seorang islam yang baik senantiasa lapang dadanya apabila saudaranya memperoleh nikmat yang dia juga menginginkannya, tidak muncul hasad dan dengki di dalam hatinya
  • Orang yang iri tidak suka apabila saudaranya memperoleh nikmat dan dia berkeinginan agar nikmat yang diperoleh saudaranya tersebut hilang. Iri merupakan bentuk pengingkaran terhadap takdir Alloh
  • Jangan menyepelekan dosa kecil karena bisa jadi pada dosa kecil tersebut terdapat kebinasaan 
  • Hasad muncul biasanya berasal dari rasa permusuhan dan kebencian terhadap saudaranya dan juga keinginan untuk tampil istimewa dihadapan manusia sehingga apabila orang lain memperoleh suatu kelebihan/nikmat maka dia tidak menyukainya dan mempunyai keinginan untuk memperoleh yang lebih baik dari saudaranya
  • Seorang yang beriman mempunyai tingkatan yang berbeda beda, iman juga bisa naik dan turun
  • Persaudaraan dalam keimanan dan keislaman merupakan hal yang harus dijaga dan dijauhkan dari hal-hal yang bisa merenggangkannya
  • Kasih sayang seorang muslim terhadap muslim yang lain adalah sebuah bukti dari keimanannya