Kamis, 09 Agustus 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 10

Rabu, 8 Agustus 2018, Ust Abu Sinan

Larangan dari Nabi Sholallohu ‘alaihi wa salam ada yang bersifat haram dan ada yang bersifat makruh, yang bersifat haram ditandai dengan larangan yang keras dan disertai ancaman
Dalam perkara perintah maka dituntut pelaksanaan sesuai dengan kemampuan, sedangkan perkara yang dilarang menuntut peninggalan secara keseluruhan kecuali ada hajah yang bersifat darurat
Pelaksanaan perintah yang hanya menuntut sesuai kemampuan menunjukan bahwa islam itu mudah dan penuh keluasan/kemudahan
Sesungguhnya kebinasaan umat umat sebelum umat islam adalah karena banyaknya bertanya/mempertanyakan
Adapun bertanya karena tidak tahu atau dalam pengajaran tentang agama maka hukumnya adalah boleh bahkan bisa menjadi wajib bila menyangkut perkara yang wajib diketahui, contoh : bagaimana cara sujud yang benar? Apa saja yang bisa membatalkan keislaman?
Pertanyaan pertanyaan yang sifatnya hanya olok olok ataupun sekedar mengada ada maka tidak diperbolehkan dan bisa menjadi haram, contoh: siapa nama anjing ashabul kahfi? Bagaimana cara menghadap kiblat ketika sholat dibulan? Bagaimana cara istiwa Alloh?
Termasuk perkara yang tercela adalah banyak bertanya tentang pendapat pendapat ulama untuk dibanding bandingkan ataupun sekedar untuk dinukil untuk menyerang pendapat ulama yang lain pada perkara yang disitu terdapat keluasan
Rosululloh tidak sholat tarawih setiap malam ketika romadhon karena rosululloh takut sholat tarawih diwajibkan atas umatnya
Orang yang tidak mampu melaksanakan perintah sesuai dengan yang dikehendaki maka dia cukup melaksanakan sesuai kemampuannya
Dilarang juga memberat beratkan diri dalam suatu perkara yang tidak dicontohkan  dalilnya hadits tentang sahabat yang bertekad untuk puasa terus menerus dan tidak menikah dan dilarang oleh rosululloh

Selasa, 07 Agustus 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 9

Senin, 6 Agustus 2018, Ust Abu Bakar

Disebut bulan dzulhijah karena dibulan tersebut terdapat ibadah haji
Dan tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga
Sesungguhnya jiwa manusia itu selalu berkeinginan untuk menuruti kejelekan
Tidak pernah keluarga nabi setelah di madinah dalam 3 hari (berturut) memasak gandum, tapi beliau selalu berkurban dalam setiap tahunnya
Yang akan sampai kepada Alloh adalah bukan darah dan daging kurbannya tapi ketaqwaannya
Nabi menjelaskan orang orang yang akan diusir dari telaga nabi yaitu orang yang membuat perkara baru dan orang yang murtad
Orang yang mengada adakan perkara baru dan orang yang murtad tidak akan mendapatkan keutamaan islam
Kita hendaknya mengenal pembatal keislaman dan kita menjauhi pembatal keislaman tersebut
Terkadang orang tidak mengetahui bahwa dia sudah murtad karena melakukan pembatal keislaman tanpa dia sadari

Senin, 06 Agustus 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 8

Ahad, 5 Agustus 2018, Ust Mubarok

Diantara adab adab dalam ber majelis yang wajib diperhatikan oleh seorang pelajar adalah menjaga suara ketika bermajelis, memusatkan perhatian terhadap pelajaran
Imam malik ketika hendak menyampaikan hadits berpenampilan dengan penampilan terbaiknya dalam rangka mengagungkan hadits yang akan disampaikannya
Mempelajari adab itu lebih penting dibanding dengan sekedar hanya memahami ilmu
Imam assyadzakuni orang yang hapal 1 juta hadits tapi haditsnya ditolak karena kurang memperhatikan adab (suka bercanda, dan ada didalam candaanya kedustaan)
Adab adalah hiasan bagi seorang pelajar, maka tidaklah sepantasnya seorang pelajar tidak memperhatikan adab
Hadits dhoif itu kembali kepada dua keadaan yaitu :
1) Keterputusan sanad yang terdiri dari :
a. Munqothi
b. Mu’dhol
c. Mudalas
d. Mursal
e. Mu’alaq
2) Adanya tikaman/tho’n pada rowi, rowinya diperbincangkan:
a) Berkaitan dengan ‘adalah (muslim, aqil, balig dan penjagaan terhadap maksiat)
b) Berkaitan dengan dobt / penjagaan terhadap hapalan (dobt shodr dan dobt kitab)
Untuk menetapkan sebuah hadits mauquf atau tidak, hukumnya apakah shohih, hasan atau dhoif diperlukan syarat syarat seperti penetapan hadits shohih

Minggu, 05 Agustus 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 7

Sabtu, 4 Agustus 2018, Ust Saifudin Zuhri

Hendaknya kita bersyukur bisa berada pada majelis ilmu dimana majelis ilmu merupakan benteng dari kejelekan yang ditimbulkan oleh fitnah syahwat dan fitnah syubhat
Fitnah syahwat ialah fitnah karena tertipu oleh gemerlapnya dunia karena dangkalnya iman sedangkan fitnah syubhat fitnah karena dangkalnya ilmu sehingga terjadi kesalahpahaman terhadap agama (sesuatu yang batil dianggap haq dan sebaliknya)
Indigo sekarang disebut kelebihan padahal itu adalah penyakit yang ditimbulkan oleh syaiton, orang yang mengaku bisa mengetahui yang ghoib maka dia kafir
Orang yang mendatangi dukun maka tidak diterima sholatnya selama 40 hari
Barangsiapa yang membenarkan dukun maka dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan Alloh kepada nabi Muhammad sholallohu alaihi wa salam
Dikhawatirkan orang orang yang menonton acara “karma” termasuk orang yang mendatangi dukun dan bisa menjadi kafir apabila membenarkan apa yang diramalkan
Hendaknya kita melarang diri kita dan anak anak kita untuk menonton acara “karma” ditelevisi maupun di youtube
Orang yang melihat sesuatu yang menyeramkan hendaknya tidak menceritakan kepada temannya karena itu bisa membuat jiwa menjadi penakut dan mudah dipermainkan oleh syaiton dari bangsa jin
Mengundang jin walaupun untuk mainan seperti jailangkung/cowongan dan sejenisnya adalah tidak diperbolehkan karena jin bisa datang dan mungkin mengganggu
Kemunkaran wajib diingkari baik terang terangan maupun sembunyi sembunyi ataupun dalam hati

Kamis, 02 Agustus 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 6

Rabu, 1 Agustus 2018, Ust Abu Sinan

Taatilah Alloh semampu kalian dan jangan banyak bertanya seperti bani isroil
Agama ini mudah, barangsiapa yang memberat beratkan diri maka dia akan binasa, taatilah Alloh semampu kalian
Sesungguhnya binasanya umat sebelum umat nabi Muhammad  adalah karena banyak bertanya dan banyak menyelisihi nabinya
Nabi bersabda: “apa yang aku larang dari sesuatu maka jauhilah dan apa yang aku perintahkan maka kerjakanlah semampu kalian”
Kaidahnya adalah semua perkara larangan wajib di taati untuk ditinggalkan secara mutlak sedangkan perkara perintah maka dilakukan sesuai kemampuan
Meninggalkan larangan adalah wajib secara keseluruhan kecuali dalam keadaan darurat tetapi hanya sekedar sampai hilang daruratnya. Contohnya memakan bangkai ketika tidak ada makanan selain bangkai yang apabila tidak memakannya kemungkinan bisa mati, dalam hal ini maka diperbolehkan memakannya sampai dengan hilang sifat daruratnya.

Selasa, 31 Juli 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 5

Selasa, 30 Juli 2018, Ust Abu Bakar

Barangsiapa menjaga sholat maka dia menjaga agamanya dan barangsiapa menyia nyiakan sholat maka dia pasti menyia nyiakan perkara ibadah yang lainnya
Api yang ada di dunia panasnya hanya satu bagian dari 70 bagian api neraka
Cepat atau lambatnya seseorang melewati shirot di atas neraka sesuai dengan cepat atau tidaknya seseorang dalam menjalankan ketaatan kepada Alloh
Nabi bersabda: sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab adalah sholat, apabila sholatnya baik maka baiklah seluruh amalannya dan bila sholatnya jelek maka jeleklah seluruh amalannya
Dari abu hurairoh, nabi bersabda: sesungguhnya Alloh tidak memperhatikan bentuk fisik hamba dan banyaknya harta, tetapi Alloh memperhatikan amalan dan ketakwaan seorang hamba
Amalan hati (niat) sangat menentukan besar kecilnya pahala, ada amalan kecil tapi berpahala besar dan ada amalan besar tapi berpahala kecil karena niat.
Pentingnya kita memperhatikan amalan amalan hati dalam beribadah selain juga memperhatikan amalan amalan lahir
Keutamaan Abu Bakar Ash Shidiq di banding sahabat yang lain adalah disebabkan bagusnya amalan hati beliau
Perkara bidah akan menghalangi seseorang untuk masuk dan meminum air di telaga nabi
Rosul menyebutkan bahwa ada orang yang di halangi oleh Alloh mendekati telaga nabi karena melakukan bidah (hadis ibnu mas’ud)
Nabi mengabarkan bahwa umatnya dikenali pada hari kiamat dengan cahaya dari bekas wudunya
Sekelompok orang yang diusir dari telaga nabi sebagimana diusirnya onta yang tersesat adalah orang yang merubah rubah agama sepeninggal nabi sholallohu alaihi wa salam

Senin, 30 Juli 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 4

Ahad, 29 Juli 2018, Ust Abu Qotadah Ridwan

Pembatal keislaman yang ke-7 : sihir
Diantara bentuk sihir adalah sihir untuk memisahkan dan untuk mendekatkan
Barangsiapa mengerjakan ataupun ridho dengan sihir maka dia kafir dalilnya surat Al Baqoroh ayat 102 :  “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui” (QS Al Baqoroh : 102)
Sihir ada dua bentuk yaitu :
1) sihir hakiki yang jenisnya antara lain : mantra/jampi-jampi, jimat, rajah ataupun tiupan tiupan pada buhul/ikatan
2) Sihir tahyili : sihir yang bentuknya berupa perbuatan yang dihayalkan pada manusia sehingga kesannya nyata, biasanya dilakukan oleh tukang sulap/debus
Mempelajari dan mengamalkan sihir adalah salah satu amalan yang menyebabkan kemurtadan
Hukuman bagi tukang sihir adalah dibunuh tanpa diminta taubat menurut pendapat sebagian ulama (sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa apabila tukang sihirnya sudah taubat maka tidak di bunuh)

Minggu, 29 Juli 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 3

Sabtu, 28 Juli 2018, Ust Saifudin Zuhri

Sunah sunah fitroh : merapikan kumis, mencabut bulu ketiak, bersiwak, mencukur bulu kemaluan dan berkhitan
Bersiwak adalah menggunakan kayu/tangkai pada gigi/gusi atau lidah untuk menghilangkan kotoran atau sisa makanan agar bersih dan hilang baunya
Yang terbaik adalah dengan kayu/tangkai arok tetapi boleh juga menggunakan kayu/ tangkai yang lainnya
Hukum bersiwak adalah sunah dan bisa dilakukan kapan saja meskipun sedang berpuasa
Nabi bersabda: siwak itu membersihkan mulut dan membuat ridho Alloh (HR Bukhori dalam kitab shaum dengan tidak menyebutkan sanad (mualaq))
Nabi juga bersabda dalam hadits yang mutafaqun alaih : seandainya tidak memberatkan atas umatku, aku akan memerintahkan (mewajibkan) umatku untuk bersiwak
Dianjurkan bersiwak ketika : mau berwudu, ketika bangun dari tidur, ketika berubah bau mulut, ketika hendak membaca Al Quran, ketika hendak sholat, ketika hendak masuk masjid dan ketika mau masuk rumah
Disunahkan juga untuk bersiwak setelah diam dalam jangka waktu lama atau ketika gigi sudah mulai menguning
Nabi ketika bangun malam beliau menggosok mulutnya dengan siwak dan seorang muslim ketika beribadah kepada Alloh dianjurkan dalam sebaik baik keadaan

Sabtu, 28 Juli 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 2

Jumat 27, Juli 2018, Ust Abdul ‘Alim

Alloh memerintahkan kita untuk saling berwasiat dalam kebaikan
Seseorang yang mendapatkan kesempatan berbuat baik tapi tidak melakukannya maka itu salah satu tanda ketidaksukuran
Sesungguhnya seluruh manusia dalam kerugian kecuali orang orang yang beriman dan beramal sholih yang saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran
Sempurnanya iman ialah dengan ilmu dan amal sholih serta saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran
Sesungguhnya orang yang senang menyebarkan aib kaum muslim maka balasannya adalah adab yang pedih sesuai dengan firman Alloh dalam Surat An Nur ayat 19 “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui”
Manusia mempunyai sifat dasar dzolim dan jahil kecuali yang Alloh jaga
Apabila kita mengetahui saudara kita melakukan kesalahan maka kita berkewajiban menasihatinya dan tidak menyebarkan kesalahan tersebut kecuali untuk keperluan yang diperbolehkan oleh syariat
Manusia terkadang terjatuh dalam kesalahan karena syahwat dan syubhat

Kamis, 26 Juli 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 1

Rabu 25, Juli 2018, Ust Abu Sinan

Menurut sahabat Abu Bakar, zakat adalah hak islam yang apabila dilanggar dapat menyebabkan pelanggarnya bisa diperangi
Ahlul kitab tidak diperangi apabila mau membayar jizyah sesuai dalil didalam al quran
Rosululloh apabila memerintahkan sebuah pasukan maka beliau menasihati pasukan untuk bertaqwa kepada Alloh dan menahan untuk memerangi tempat yang masih mengumandangkan adzan
Cukup bagi seseorang yang tadinya kafir untuk masuk islam dengan syahadat
Berkata ibnu daqiqil id : ada dalil yang jelas dari para peneliti dan jumhur ulama bahwa seseorang sudah cukup menjadi muslim dengan meyakini dan mengucapkan syahadat
Memerangi orang yang enggan membayar zakat hanya kepada orang yang benar benar tidak mau membayar zakat dan dia melawan ketika diambil paksa hartanya oleh pemerintah
Maksud hisabnya ada pada Alloh adalah apabila seseorang sudah menampakkan keislaman maka kita menghukumi sesuai dhohirnya, sedangkan urusan yang ada di hatinya adalah urusan Alloh
Orang yang menampakkan keislaman maka dihukumi sebagai orang islam, tidak boleh menerka nerka apa yang ada di hatinya
Sholat adalah hak badan dan zakat adalah hak harta