Rabu, 15 Agustus 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 14

Selasa, 14 Agustus 2018, Ust Mubarok

Al musnad adalah sifat dari sifat sifat sanad, al musnad masuk kategori marfu
Al musnad adalah bagian ke enam dari mandzumah baiquniyah
Hadits musnad adalah hadits yang sanadnya bersambung dari perowinya sampai kepada Nabi Sholallohu ‘alaihi wa salam dengan tidak terputus
Jenis jenis keterputusan sanad : munqothi, mudalas, mu’dhol, mursal dan mu’alaq
Lafadz lafadz pengambilan hadits dan penyampaian hadits terbagi menjadi dua yaitu:
1. Alfaadz shoriihatun / lafadz yang jelas, seperti : hadatsana, sami’na, ahbarona dst
2. Alfaadz muhtamalah / lafadz yang samar, seperti : ‘an, anna dan qola
Seorang perawi yang tsiqoh yang tidak pernah melakukan tadlis apabila menggunakan lafadz yang shorih atau lafadz yang muhtamalah tetap dihukumi dengan muttasil
Perawi mudalis (suka melakukan tadlis) apabila menggunakan lafadz yang shorih dihukumi muttasil dan apabila menggunakan lafadz muhtamalah maka dihukumi munqothi

Selasa, 14 Agustus 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 13

Senin, 13 Agustus 2018, Ust Firdaus

Mencegah bahaya lebih di dahulukan daripada mendapatkan manfaat
Bersabda Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa salam : “sesungguhnya Alloh mengangkat dengan kitab ini (Al Quran) suatu kaum, dan Alloh merendahkan kaum yang lain dengan kitab (Al Quran) ini juga” ” (HR. Ahmad 237 & Muslim 1934)
Semua yang terkait dengan Al Quran adalah mulia, pelajarilah Al Quran maka engkau akan menjadi orang yang mulia
Bahkan, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata, yang ada di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu..(QS. al-Ankabut: 49).
Ditawarkan kepada penghafal al-Quran, “Baca dan naiklah ke tingkat berikutnya. Baca dengan tartil sebagaimana dulu kamu mentartilkan al-Quran ketika di dunia. Karena kedudukanmu di surga setingkat dengan banyaknya ayat yang kamu hafal.” (HR. Abu Daud 1466, Turmudzi 3162 dan dishahihkan al-Albani)
Al-Quran akan datang pada hari kiamat, lalu dia berkata, “Ya Allah, berikan dia perhiasan.” Lalu Allah berikan seorang hafidz al-Quran mahkota kemuliaan. Al-Quran meminta lagi, “Ya Allah, tambahkan untuknya.” Lalu dia diberi pakaian perhiasan kemuliaan. Kemudian dia minta lagi, “Ya Allah, ridhai dia.” Allah-pun meridhainya. Lalu dikatakan kepada hafidz quran, “Bacalah dan naiklah, akan ditambahkan untukmu pahala dari setiap ayat yang kamu baca. (HR. Turmudzi 3164 dan beliau menilai Hasan shahih)
Rajinlah membaca al-Quran, karena dia akan menjadi syafaat bagi penghafalnya di hari kiamat. (HR. Muslim 1910).
Adapun dengan nikmat dari Robmu maka sampaikanlah

Sabtu, 11 Agustus 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 12

Jumat, 10 Agustus 2018,  Ust Firdaus

Syarat diterimanya amalan ada 2 yaitu :
1. Ikhlas niatnya, dalilnya hadits arbain ke 1 tentang niat
2. Sesuai tuntunan nabi sholallohu ‘alaihi wa salam, dalilnya hadits arbain ke 5 tentang bid’ah
Alloh subhanahu wa ta’ala mengangkat derajat orang yang berilmu agama, dalil QS Al Mujadalah : 11 “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Sesungguhnya orang yang takut kepada Alloh dikalangan hamba hambaNya adalah para ulama, dalil QS Faatir : 28 “Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”
Orang yang memiliki ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi didalam agama, dalil QS An Nahl : 43 “Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui”

Jumat, 10 Agustus 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 11

Kamis, 9 Agustus 2018, Ust Abdul ‘Alim

Salah satu bentuk syukur kita kepada Alloh adalah kita senantiasa melaksanakan amalan ketaqwaan
Jika kalian bertaqwa kepada Alloh, maka Alloh akan memberikan petunjuk untuk membedakan mana  yang haq dan mana yang batil
Taqwa adalah sebuah nama yang diambil dari penjagaan, yaitu seseorang menjadikan apa apa yang menjaganya dari adab Alloh subhanahu wa ta’la.
Taqwa kadang diiringi dengan kata kebaikan seperti dalam surat almaidah ayat 2, dan kadang taqwa disebutkan sendirian
Apabila disebut bersama kebaikan maka taqwa berarti meninggalkan larangan larangan Alloh, tetapi apabila kata taqwa disebutkan sendirian maka taqwa berarti mengerjakan perintah dan menjauhi larangan larangan Alloh
Wajib atas seluruh manusia untuk bertaqwa kepada Alloh Subhanahu wa ta’ala agar bisa masuk kedalam surga dan dijauhkan dari adzab neraka
Perintah taqwa ditunjukan kepada orang yang beriman kepada Alloh, karena hanya orang berimanlah yang bisa melaksanakan ketaqwaan
Hendaklah kita bertaqwa kepada Alloh sesuai kemampuan karena Alloh tidak membebani suatu jiwa dengan sesuatu yang tidak dimampui oleh jiwa tersebut
Bertaqwa sesuai dengan kemampuan bukanlah dimaksudkan untuk bermudah mudahan dalam melaksanakan perintah tetapi justru menjadi dalil agar kita bertaqwa secara sungguh sungguh sesuai kemampuan kita
Seorang manusia apabila tidak mampu mengerjakan suatu perintah Alloh secara sempurna maka dia wajib mengerjakan perintah tersebut semampunya seperti sholat adalah diperintahkan untuk dilaksanakan secara berdiri tetapi apabila tidak mampu maka dia wajib melaksanakan sholat walaupun dengan duduk
Konsekuensi menjadi orang bertaqwa adalah selalu berusaha untuk selalu melakukan amalan amalan ketaatan dan menjauhi amalan kemaksiatan kapanpun dan dimanapun, sendirian ataupun bersama orang lain
Manusia yang bertaqwa kepada Alloh dan dia mengucapkan ucapan ucapan yang baik maka dia mendapat dua faidah yaitu:
1. amalan amalannya didalam kebaikan akan dipermudah oleh Alloh Subhanahu wa ta’ala
2. Alloh akan mengampuni dosa dosanya
Orang yang bertaqwa akan diberikan jalan keluar dari berbagai kesulitan dan akan diberikan rizki dari arah yang tidak di duga duga

Kamis, 09 Agustus 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 10

Rabu, 8 Agustus 2018, Ust Abu Sinan

Larangan dari Nabi Sholallohu ‘alaihi wa salam ada yang bersifat haram dan ada yang bersifat makruh, yang bersifat haram ditandai dengan larangan yang keras dan disertai ancaman
Dalam perkara perintah maka dituntut pelaksanaan sesuai dengan kemampuan, sedangkan perkara yang dilarang menuntut peninggalan secara keseluruhan kecuali ada hajah yang bersifat darurat
Pelaksanaan perintah yang hanya menuntut sesuai kemampuan menunjukan bahwa islam itu mudah dan penuh keluasan/kemudahan
Sesungguhnya kebinasaan umat umat sebelum umat islam adalah karena banyaknya bertanya/mempertanyakan
Adapun bertanya karena tidak tahu atau dalam pengajaran tentang agama maka hukumnya adalah boleh bahkan bisa menjadi wajib bila menyangkut perkara yang wajib diketahui, contoh : bagaimana cara sujud yang benar? Apa saja yang bisa membatalkan keislaman?
Pertanyaan pertanyaan yang sifatnya hanya olok olok ataupun sekedar mengada ada maka tidak diperbolehkan dan bisa menjadi haram, contoh: siapa nama anjing ashabul kahfi? Bagaimana cara menghadap kiblat ketika sholat dibulan? Bagaimana cara istiwa Alloh?
Termasuk perkara yang tercela adalah banyak bertanya tentang pendapat pendapat ulama untuk dibanding bandingkan ataupun sekedar untuk dinukil untuk menyerang pendapat ulama yang lain pada perkara yang disitu terdapat keluasan
Rosululloh tidak sholat tarawih setiap malam ketika romadhon karena rosululloh takut sholat tarawih diwajibkan atas umatnya
Orang yang tidak mampu melaksanakan perintah sesuai dengan yang dikehendaki maka dia cukup melaksanakan sesuai kemampuannya
Dilarang juga memberat beratkan diri dalam suatu perkara yang tidak dicontohkan  dalilnya hadits tentang sahabat yang bertekad untuk puasa terus menerus dan tidak menikah dan dilarang oleh rosululloh

Selasa, 07 Agustus 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 9

Senin, 6 Agustus 2018, Ust Abu Bakar

Disebut bulan dzulhijah karena dibulan tersebut terdapat ibadah haji
Dan tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga
Sesungguhnya jiwa manusia itu selalu berkeinginan untuk menuruti kejelekan
Tidak pernah keluarga nabi setelah di madinah dalam 3 hari (berturut) memasak gandum, tapi beliau selalu berkurban dalam setiap tahunnya
Yang akan sampai kepada Alloh adalah bukan darah dan daging kurbannya tapi ketaqwaannya
Nabi menjelaskan orang orang yang akan diusir dari telaga nabi yaitu orang yang membuat perkara baru dan orang yang murtad
Orang yang mengada adakan perkara baru dan orang yang murtad tidak akan mendapatkan keutamaan islam
Kita hendaknya mengenal pembatal keislaman dan kita menjauhi pembatal keislaman tersebut
Terkadang orang tidak mengetahui bahwa dia sudah murtad karena melakukan pembatal keislaman tanpa dia sadari

Senin, 06 Agustus 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 8

Ahad, 5 Agustus 2018, Ust Mubarok

Diantara adab adab dalam ber majelis yang wajib diperhatikan oleh seorang pelajar adalah menjaga suara ketika bermajelis, memusatkan perhatian terhadap pelajaran
Imam malik ketika hendak menyampaikan hadits berpenampilan dengan penampilan terbaiknya dalam rangka mengagungkan hadits yang akan disampaikannya
Mempelajari adab itu lebih penting dibanding dengan sekedar hanya memahami ilmu
Imam assyadzakuni orang yang hapal 1 juta hadits tapi haditsnya ditolak karena kurang memperhatikan adab (suka bercanda, dan ada didalam candaanya kedustaan)
Adab adalah hiasan bagi seorang pelajar, maka tidaklah sepantasnya seorang pelajar tidak memperhatikan adab
Hadits dhoif itu kembali kepada dua keadaan yaitu :
1) Keterputusan sanad yang terdiri dari :
a. Munqothi
b. Mu’dhol
c. Mudalas
d. Mursal
e. Mu’alaq
2) Adanya tikaman/tho’n pada rowi, rowinya diperbincangkan:
a) Berkaitan dengan ‘adalah (muslim, aqil, balig dan penjagaan terhadap maksiat)
b) Berkaitan dengan dobt / penjagaan terhadap hapalan (dobt shodr dan dobt kitab)
Untuk menetapkan sebuah hadits mauquf atau tidak, hukumnya apakah shohih, hasan atau dhoif diperlukan syarat syarat seperti penetapan hadits shohih

Minggu, 05 Agustus 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 7

Sabtu, 4 Agustus 2018, Ust Saifudin Zuhri

Hendaknya kita bersyukur bisa berada pada majelis ilmu dimana majelis ilmu merupakan benteng dari kejelekan yang ditimbulkan oleh fitnah syahwat dan fitnah syubhat
Fitnah syahwat ialah fitnah karena tertipu oleh gemerlapnya dunia karena dangkalnya iman sedangkan fitnah syubhat fitnah karena dangkalnya ilmu sehingga terjadi kesalahpahaman terhadap agama (sesuatu yang batil dianggap haq dan sebaliknya)
Indigo sekarang disebut kelebihan padahal itu adalah penyakit yang ditimbulkan oleh syaiton, orang yang mengaku bisa mengetahui yang ghoib maka dia kafir
Orang yang mendatangi dukun maka tidak diterima sholatnya selama 40 hari
Barangsiapa yang membenarkan dukun maka dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan Alloh kepada nabi Muhammad sholallohu alaihi wa salam
Dikhawatirkan orang orang yang menonton acara “karma” termasuk orang yang mendatangi dukun dan bisa menjadi kafir apabila membenarkan apa yang diramalkan
Hendaknya kita melarang diri kita dan anak anak kita untuk menonton acara “karma” ditelevisi maupun di youtube
Orang yang melihat sesuatu yang menyeramkan hendaknya tidak menceritakan kepada temannya karena itu bisa membuat jiwa menjadi penakut dan mudah dipermainkan oleh syaiton dari bangsa jin
Mengundang jin walaupun untuk mainan seperti jailangkung/cowongan dan sejenisnya adalah tidak diperbolehkan karena jin bisa datang dan mungkin mengganggu
Kemunkaran wajib diingkari baik terang terangan maupun sembunyi sembunyi ataupun dalam hati

Kamis, 02 Agustus 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 6

Rabu, 1 Agustus 2018, Ust Abu Sinan

Taatilah Alloh semampu kalian dan jangan banyak bertanya seperti bani isroil
Agama ini mudah, barangsiapa yang memberat beratkan diri maka dia akan binasa, taatilah Alloh semampu kalian
Sesungguhnya binasanya umat sebelum umat nabi Muhammad  adalah karena banyak bertanya dan banyak menyelisihi nabinya
Nabi bersabda: “apa yang aku larang dari sesuatu maka jauhilah dan apa yang aku perintahkan maka kerjakanlah semampu kalian”
Kaidahnya adalah semua perkara larangan wajib di taati untuk ditinggalkan secara mutlak sedangkan perkara perintah maka dilakukan sesuai kemampuan
Meninggalkan larangan adalah wajib secara keseluruhan kecuali dalam keadaan darurat tetapi hanya sekedar sampai hilang daruratnya. Contohnya memakan bangkai ketika tidak ada makanan selain bangkai yang apabila tidak memakannya kemungkinan bisa mati, dalam hal ini maka diperbolehkan memakannya sampai dengan hilang sifat daruratnya.

Selasa, 31 Juli 2018

Catatan Taklim Bakda Maghrib 5

Selasa, 30 Juli 2018, Ust Abu Bakar

Barangsiapa menjaga sholat maka dia menjaga agamanya dan barangsiapa menyia nyiakan sholat maka dia pasti menyia nyiakan perkara ibadah yang lainnya
Api yang ada di dunia panasnya hanya satu bagian dari 70 bagian api neraka
Cepat atau lambatnya seseorang melewati shirot di atas neraka sesuai dengan cepat atau tidaknya seseorang dalam menjalankan ketaatan kepada Alloh
Nabi bersabda: sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab adalah sholat, apabila sholatnya baik maka baiklah seluruh amalannya dan bila sholatnya jelek maka jeleklah seluruh amalannya
Dari abu hurairoh, nabi bersabda: sesungguhnya Alloh tidak memperhatikan bentuk fisik hamba dan banyaknya harta, tetapi Alloh memperhatikan amalan dan ketakwaan seorang hamba
Amalan hati (niat) sangat menentukan besar kecilnya pahala, ada amalan kecil tapi berpahala besar dan ada amalan besar tapi berpahala kecil karena niat.
Pentingnya kita memperhatikan amalan amalan hati dalam beribadah selain juga memperhatikan amalan amalan lahir
Keutamaan Abu Bakar Ash Shidiq di banding sahabat yang lain adalah disebabkan bagusnya amalan hati beliau
Perkara bidah akan menghalangi seseorang untuk masuk dan meminum air di telaga nabi
Rosul menyebutkan bahwa ada orang yang di halangi oleh Alloh mendekati telaga nabi karena melakukan bidah (hadis ibnu mas’ud)
Nabi mengabarkan bahwa umatnya dikenali pada hari kiamat dengan cahaya dari bekas wudunya
Sekelompok orang yang diusir dari telaga nabi sebagimana diusirnya onta yang tersesat adalah orang yang merubah rubah agama sepeninggal nabi sholallohu alaihi wa salam